International Atomic Time (TAI) merupakan hasil kalkulasi BIPM atas dasar pengukuran pada lebih dari 200 standard atomic yang dioperasikan oleh lembaga metrologi and lembaga observatori lainnya di lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Hasil perhitungan TAI dapat dilihat pada BIPM Circular T, dipublikasikan tiap bulan, dan dapat diakses di ftp://62.161.69.5/pub/tai/publication/. BIPM mengestimasi bahwa TAI tidak akan bergeser lebih dari satu mikrosekon pertahun, atau kurang dari1 sekon dalam sejuta tahun terhadap suatu referensi imaginer yang sempurna.

Coordinated Universal Time (UTC) merupakan basis dari waktu legal dunia. UTC mengikuti TAI secara eksak, kecuali jumlah integral bilangan sekon. Sampai saat ini, offset sekon antara UTC terhadap TAI adalah -37 . Tambahan bilangan integral ini disebut 'leap second'. Diselipkan atas rekomendasi  dari  International Earth Rotation Service (IERS), bertujuan untuk menjamin bahwa dalam setahun posisi tertinggi Matahari tidak bergeser lebih dari 0.9 sekon dari pukul 12:00:00 UTC pada garis meredian Greenwich. Dengan demikian UTC merupakan referensi skala waktu yang lebih modern dari Greenwich MeanTime, GMT(lihat di bawah) yang berbasis pada posisi matahari (waktu Solar) murni.
Ralisasi fisik dari UTC di Lab. Standar Waktu & Frekuensi, Puslit Metrologi - LIPI, dinotasikan sebagai UTC(KIM). Sistem time keeping yang dibangun & didukung oleh beberapa Cesium Clocks, Hidrogen Maser dan GPS Time Transfer System yang mengimplementasikan BIPM All-in View dan Common View untuk menjamin UTC(KIM) mendekati UTC dalam orde nanosecond

UTC dalam peragaan di samping adalah UTC(KIM). Waktu Indonesia (WIB: Waktu Indonesia Barat, WITA: Waktu Indonesia Tengah, dan WIT: Waktu Indonesia Timur) direalisasikan atas dasar UTC(KIM)

Greenwich Mean Time (GMT) ekivalen dengan universal time (UT). GMT merupakan sebutan 'awam' bagi standar waktu; sedangkan UT lebih 'ilmiah'. Perbedaan antara UTC and UT adalah bahwa UTC berbasis waktu atomik (yaitu TAI) sedangkan UT berbasis pengamatan astronomis. Karena rotasi bumi tidak seragam (terkadang lebih pelan atau lebih cepat secara kompleks), maka perjalanan UT juga tidak konsisten. Skala waktu UT yang dikoreksi untuk mengkompensasi ketidakseragaman rotasi bumi tersebut, dinotasikan dengan UT1. Leap seconds diselipkan agar UTC selaras UT1 dengan selisih tidak lebih dari 0.9 sekon.


Catatan:
1. Penunjukan waktu mempunyai ketidakpastian terbaik 0.5 s  jika status Synchronized. Lakukan 'Refresh'.
2.
Untuk mendapatkan informasi waktu yang lebih teliti, pasang s/w NTP-Client di Komputer anda, dan alamatkan TimeServer ke: ntp.metrologi.lipi.go.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

last edited 2016-12-27